Sabtu, 21 Oktober 2017 - 31 Muharram 1439 H

Turki dan Nindi

“Hai AIESEC!”, apakah kamu pernah mendengar itu? Bagi yang sudah, jargon ini adalah jargon khas AIESEC. AIESEC adalah organisasi terbesar di dunia yang dijalankan oleh pemuda dan berfokus pada pengembangan potensi kepemimpinan anak muda. Saat ini, AIESEC tersebar lebih di 126 negara.

AIESEC memiliki program dalam pengiriman mahasiswa dari dalam negeri keluar negeri yang biasa dikenal sebagai Outgoing Exchange. Salah satu yang menjalankan program ini adalah Nindi Filzah Edista, mahasiswi tahun kedua jurusan Menajemen Internasional di Universitas Andalas.

Peserta exchange ini mengikuti project yang dinamakan “Myself My World 2016” ke Izmir, Turki. Project Nindi dimulai pada 20 Juni 2016. Disana, Nindi menjadi salah satu volunteer yang menjalankan project berhubungan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dimana Nindi menjelaskan dan mengajak siswa SMA di Turki untuk sadar akan pentingnya Sustainable Development Goals (SDGs) tersebut.

Canggung? Sudah pasti. Sebagai orang yang baru pertama kali keluar negeri. Untungnya orang-orang di Turki sangatlah ramah dan membuat Nindi sedikit banyak bisa beradaptasi dengan baik di pertengahan bulan Ramadhan saat itu.

Di Izmir, Turki, Nindi tinggal bersama Host Family. Sebutan bagi keluarga angkat dimana tempat Nindi tinggal selama disana. Dari Camp, tempat Nindi melakukan project sangat jauh dengan tempat Host Family dimana Nindi harus menempuh perjalanan darat dan laut.

Lingkungan dengan mayoritas muslim disana serta peserta exchange lain yang sangat menghormati dan menghargai perbedaan terutama beragama, tidak menurunkan semangat Nindi dalam melakukan project dalam keadaan berpuasa.

Namun, ada suatu kendala dimana Global Village yang dilaksanakan di luar ruangan dekat dengan kordon atau tempat umum batal diselenggarakan, karna pemberontakan yang terjadi di Istanbul, Turki, daerah lain di dekat Izmir. Global Village merupakan kegiatan yang memperkenalkan kebudayaan masing-masing negara dari peserta exchange. Kegiatan ini harus dibatalkan karna kondisi yang tidak kondusif dan mengganggu keamanan.

“Izmir adalah kota yang menakjubkan di Turki. Transportasi di Izmir bersih dan nyaman. Begitu banyak kenangan tak terlupakan dan berharga yang saya lewatkan. Saya belajar untuk saling menghormati dan mengubah pola pikir saya tentang negara lain dan masyarakat yang menempati negera itu.”, sebut Nindi.

Ini adalah salah satu perjalanan peserta exchange sebagai volunteer keluar negeri. Exchange tidak hanya berpindah tempat. Exchange juga mengajarkan kita untuk membuka wawasan dan mengubah pola pikir yang sangat diperlukan di masa sekarang. GO ECHANGE! ***





Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga