Sabtu, 21 Oktober 2017 - 31 Muharram 1439 H

Masyarakat Mengeluh ,Konservasi Penyu Di Pariaman Tidak Terurus

PADANG, 13/10 - Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman memegang seekor penyu sisik dewasa (Eretmochelys imbricata) di kolam penangkaran Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Manggung, Kota Pariaman, Sumbar, Sabtu (13/10). Pemkot Pariaman mengembangkan KKLD sebagai kawasan wisata konservasi didukung dengan rencana pembangunan "Sea World" mini pada tahun 2013, sedangkan sejak tahun 2009 KKLD telah melepaskan penyu hasil penangkaran sebanyak 30 ribu ekor tukik dan kini ditangkar 300 ekor tukik dan puluhan ekor penyu usia dewasa jenis lekang, sisik, dan hijau. FOTO ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/12 ()
Pariaman, (Antara Sumbar) - Sejumlah masyarakat di Kota Pariaman, Sumatera Barat meminta pemerintah provinsi agar lebih memperhatikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi penyu yang berada di daerah itu.

"Pemerintah provinsi harus lebih komitmen dan serius dalam memperhatikan konservasi penyu karena keadaannya saat ini cukup memprihatinkan," kata Masrutin salah seorang masyarakat Desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara, di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan sejak UPT Konservasi penyu diambil alih oleh pemerintah provinsi, keberadaan konservasi tersebut tidak terurus seperti sebelumnya.

"Sebelum diambil alih oleh pemerintah provinsi, konservasi penyu ramai dikunjungi oleh wisatawan, namun melihat kondisi saat ini berbanding terbalik," kata Kepala Desa Ampalu tersebut.

Miftahul Jannah (21) salah seorang wisatawan asal Kota Padang mengatakan kecewa terhadap kondisi konservasi penyu saat ini.

"Saya kecewa dengan keadaan konservasi penyu saat ini, tidak seperti kondisi yang disampaikan teman-teman yang pernah mengunjungi tempat ini," kata dia.

Ia meminta dan berharap pemerintah dan instansi terkait segera membenahi dan menata ulang konservasi penyu sehingga bisa ramai dikunjungi wisatawan seperti sebelumnya.

Sementara itu pegiat konservasi perairan setempat, Citra Aditur Bahri, mengatakan persoalan UPT Konservasi penyu tersebut harus segera disikapi oleh pemerintah provinsi dengan pemerintah Kota Pariaman.

"Harus ada koordinasi secara berkelanjutan oleh instansi terkait, agar pengalihan kewenangan tidak menimbulkan masalah seperti keluhan masyarakat dan wisatawan," ujar dia.

Ia menilai pengelolaan konservasi penyu oleh swadaya masyarakat merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.

Sebagai contoh kata dia, pengelolaan penyu di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang dilimpahkan kepada masyarakat setempat, hal itu dinilai cukup efektif dan efisien. (*)


Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga