Senin, 26 Juni 2017 - 2 Syawwal 1438 H

Kesbangpol Pasaman Barat Buat Aplikasi Dini Kinflik-Photo Mobile Paspor

Bupati Pasaman Barat, Syahiran saat pengambilan sidik jari dan fhoto mobile untuk paspor di kantor bupati setempat didampingi Kaban Kesbangpol, Edison Zelmi dan (ANTARA SUMBAR/Altas Maulana)
Simpang Empat, (Antara Sumbar)- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) membuat dua program unggulan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

"Program ini sangat bagus dalam rangka meningkatkan kinerja Badan Kesbangpol dalam rangka pelayanan kepada masyarakat," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran di Simpang Empat, Minggu.

Ia mengatakan dua program itu adalah program aplikasi deteksi dini konflik sosial berbasis aplikasi elektronik dan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) pelaksanaan photo mobile pembuatan paspor dengan Imigrasi Kelas II Agam.

"Kegiatan itu telah dilaksanakan pada Selasa (6/6) lalu dihadiri anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Komunitas Intel Daerah (Kominda), Kepala Imigrasi Kelas II Agam, Ezardy Syamsoe beserta jajaran, Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Camat se-Pasaman Barat," ujarnya.

Menurut Syahiran, dengan adanya deteksi dini konflik sosial berbasis aplikasi elektronik maka diharapkan konflik sosial lebih dapat dideteksi dengan sedini mungkin.

"Aplikasi ini jelas akan mempermudah kerja Kesbangpol dalam mengatasi masalah. Sehingga fungsi Kesbangpol untuk deteksi dan cegah dini terhadap permasalahan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi sebuah permasalahan," katanya.

Sedangkan adanya photo mobile untuk pembuatan paspor ini, diharapkan dapat membantu masyarakat baik dari segi pembiayaan maupun dari segi waktu pengurusan paspor.

Menurutnya, dengan photo mobile ini masyarakat tidak harus ke Bukittinggi atau ke Padang lagi untuk urusan pembuatan paspor.

Cukup hanya di Simpang Empat Pasaman Barat masyarakat melengkapi berkas administrasi. Selanjutnya petugas dari Imigrasi Kelas II Agam yang akan datang ke Simpang Empat untuk pelaksanaan photo buat paspor dan mengantar paspor yang sudah jadi ke Simpang Empat.

"Program ini digagas oleh Kabid Kewaspadaan dan Pengawasan Masyarakat Badan Kesbangpol Pasaman Barat, Yosmar Difia. Ini terobosan yang sangat baik untuk mempermudah masyarakat. Apalagi didukung penuh Kantor Imigrasi kelas II Agam," kata Syahiran.

Sementara itilu, Kepala Badan Kesbangpol Pasaman Barat, Edison Zelmi mengatakan pihaknya membuat terobosan baru ini dalam rangka mempermudah kinerja Badan Kesbangpol mendeteksi permasalahan yang ada.

"Pasaman Barat merupakan salah satu daerah rawan konflik sehingga dibutuhkan gerak cepat untuk mendeteksinya sebelum berkembang menjadi masalah besar. Aplikasi ini saya ciptakan dan terapkan tentunya untuk mempermudah dalam mendeteksi setiap masalah dan dapat diselesaikan dengan cepat " ujarnya.

Ia berharap tentunya dua program baru ini dapat didukung oleh semua pihak dalam rangka meningkatkan kinerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Tanpa dukungan semua pihak maka niscaya Badan Kesbangpol dapat bekerja dengan maksimal meskipun dengan program yang bagus," sebutnya.

Kepala Bidang Kewaspadaan dan Pengawasan Masyarakat Badan Kesbangpol Pasaman Barat, Yosmar Difia mengharapkan dengan adanya MoU dengan Kantor Imigrasi maka masyarakat sudah bisa mengurus paspor di Simpang Empat saja, tidak perlu ke Bukittinggi dan Padang.

"Mudah-mudahan terobosan baru ini bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka mempermudah pengurusan papsor," kata Yosmar Difia. (*)


Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Miko Elfisha
          Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru saja menetapkan sistem pendidikan baru ...
Baca Juga