TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 20 Oktober 2017 - 30 Muharram 1439 H

Padangpariaman Kembangkan Wisata Lubuk Bonta dan Rumah Putih

Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)
Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat mengembangkan kawasan Lubuk Bonta dan Rumah Putihdi Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam sebagai kawasan wisata.

"Lubuk Bonta adalah lokasi pemandian yang ramai dan sudah lama dikenal warga, serta Rumah Putihbekas peninggalan jaman penjajahan Belanda yang berdekatan itusedang dikembangkan agar dapat menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu," kata Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur di Parit Malintang, Jumat.

Ia menerangkan kedua objek wisata yang berada di kawasan Tarok itu memiliki ciri khas tersendiri, namun dapat dijadikan satu paket kunjungan berwisata ke daerah itu.

Lubuk Bonta kata dia, merupakan destinasi wisata pemandian yang telah dikenal luas oleh masyarakat, namun sejak Anai Resor dikembangkan objek wisata alam itu kurang dilirik oleh wisatawan.

Selain itu sekitar 700 meter dari Lubuk Bonta terdapat puing-puing Rumah Putih yang merupakan bangunan milik Belanda ketika tinggal di daerah itu.

"Saat ini Dinas Pariwisata setempat mulai membenahi kedua objek wisata itu sehingga diminati oleh wisatawan," katanya.

Ia mengatakan dibenahinya kedua objek wisata itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui paket pengembangan kawasan Tarok.

Menurutnya perekonomian masyarakat bisa meningkat seiring rencana pembangunan perguruan tinggi di kawasan itu, pembangunan rumah sakit stoke, serta pusat pendidikan dan pelatihan lembaga administrasi negara nasional di situ.

"Kawasan Tarok akan ramai dikunjungi dan mereka juga bisa menikmati kedua objek wisata yang sedang dikembangkan itu," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan kawasan Tarok merupakan daerah strategis untuk dikembangkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Posisi kawasan itu berhadapan langsung dengan jalan protokol yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi," katanya.

Ia mengatakan kawasan yang terletak di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam tersebut didukung dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau yang letaknya dekat dengan daerah itu.

Dengan keuntungan tersebut maka orang dari daerah lain akan mudah mendatangi Tarok sehingga kawasan itu akan ramai dikunjungi. (*)

Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga