Rabu, 23 Agustus 2017 - 31 Zulqaidah 1438 H

Tiga Objek yang Menjadi Fokus Operasi Ramadniya 2017

Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana. (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)
Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), AKBP Arly Jembar Jumhana menyebutkan Operasi Ramadniya akan difokuskan kegiatannya untuk pengamanan pada tiga objek.

"Sesuai arahan Presiden RI, ada tiga sasaran. Tujuan akhir dari pengamanan itu adalah menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat yang menikmati liburan lebaran 2017 dan saat arus mudik dan arus balik," katanya di Bukittinggi, Senin.

Ketiga objek atau sasaran pengamanan yaitu pantauan ketersediaan pangan dengan harga stabil, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif dan kelancaran aru lalu lintas saat mudik dan balik.

Ia menerangkan, dalam upaya menjaga ketersediaan pangan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait di Bukittinggi dalam pengecekan dan mencegah tindakan penimbunan barang berakibat merugikan konsumen.

"Hingga hari ini, tindakan tersebut belum ditemukan. Semoga akan terus begitu agar masyarakat nyaman berbelanja kebutuhan puasa dan lebaran," ujarnya.

Selanjutnya kamtibmas yang kondusif dilaksanakan dalam bentuk tindakan represif berupa operasi cipta kondisi mengurangi premanisme dan tindak kriminal seperti pencurian.

Kemudian secara preventif dilakukan melalui peran Babinkamtibmas melalui imbauan di rumah ibadah agar masyarakat berhati-hati dan tidak bertindak yang dapat mengundang kejahatan.

Sementara untuk kelancaran lalu lintas, menurutnya kondisi kepadatan di Bukittinggi selalu terjadi karena merupakan kota tujuan dan perlintasan saat mudik.

"Kami sudah lakukan ujicoba lalu lintas satu jalur satu arah di titik masuk Bukittinggi. Yang penting nanti kalaupun macet, itu teratur dan masih dapat bergerak," katanya.

Dalam Operasi Ramadniya yang dilaksanakan pada 19 Juni hingga 4 Juli 2017, Polres Bukittinggi menurunkan sebanyak 267 personel.

"Bila digabung dengan personel lain seperti TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan lainnya berjumlah 426 personel," tambahnya.

Operasi Ramadniya merupakan kegiatan yang bersifat kemanusiaan karena memberikan pelayanan bagi masyarakat yang sedang memanfaatkan masa lebaran dengan mudik atau berlibur.

"Pengamanan yang dilakukan petugas kami harap dapat mewujudkan suasana aman dan nyaman namun masyarakat tetap kami ajak untuk ciptakan hal yang sama karena menciptakan keamanan dan kenyamanan adalah tugas bersama," ujarnya. (*)



Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Desca Lidya Natalia
     "Jadi Pak ni kalau mau jujur Pak, Saya sampek bilang 'Pak boleh gak sih saya ngomong? KPK itu independen apa ...
Baca Juga