TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 20 Oktober 2017 - 30 Muharram 1439 H

Titik Jalan Nasional yang Rusak di Dharmasraya

Ilustrasi - (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Dinas Perhubungan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memasang tanda peringatan jalan rusak pada lima titik jalan nasional agar pemudik lebih hati-hati selama arus mudik dan balik lebaran 2017.

"Dari pantauan kami, lima titik ini dinilai masih rusak parah karena kondisi jalan berlubang. Pemudik diimbau mengurangi kecepatan," kata Kepala Dishub Dharmasraya, Bobby di Pulau Punjung, Senin.

Ia menyebutkan kerusakan itu terletak pada dua titik jalan di Nagari (Desa Adat) Koto Baru Kecamatan Koto Baru, satu titik jalan di Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, dan dua titik di Jalan Lintas Sumatera KM 2 dan 10 Nagari Sialang, Kecamatan Pulau Punjung.

Kerusakan jalan nasional pada lima titik tersebut mengharuskan pengendara ekstra hati-hati karena kondisinnya rusak parah serta pengendara diminta memperlambat kecepatan.

"Tanda peringatan ini kami pasang 50 meter sebelum jalan rusak dengan mengimbau pengendara mengurangi kecepatan saat memasuki titik kerusakan ini," katanya.

Sebelumnya, pihaknya juga memasang rambu atau pentunjuk jalan alternatif yang dapat dilalui pemudik pada saat arus mudik dan balik lebaran 2017.

"Jalur alternatif ini dapat dilalui pemudik agar terhindar dari macet akibat perbaikan jalan nasional, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera KM 1 Pulau Punjung, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung," katanya.

Ia menjelaskan akibat perbaikan atau rigit beton jalan nasional sepanjang tiga kilometer mengharuskan petugas menerapkan sistem buka tutup, sehingga pemudik disarankan melaui jalur alternatif seandainya menjelang arus mudik perbaikan tidak selesai.

"Kalau dari arah Padang menuju Jambi rambu jalur alternatif akan dipasang pas sesudah jembatan Sungai Dareh, sedangkan dari arah sebaliknya pemudik dapat melihat rambu jaur alternatif sekitar satu kilometer dari lokasi perbaikan, atau simpang Dinas PU," jelasnya.

Ia menambahkan jalur alternatif hanya dapat dlalui pengendara roda dua dan minubus atau pemudik yang menggunakan mobil pribadi.

"Kalau bus angkutan lebaran dan truk besar tidal bisa lewat, karena jalan kampung yang ruasnya sempit," ujarnya. (*)



Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga