Minggu, 20 Agustus 2017 - 28 Zulqaidah 1438 H

BPOM Ajak Semua Pihak Awasi Jajanan Sekolah

Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito. (Antara)
Batusangkar, (Antara Sumbar) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI mengajak semua pihak ikut serta mengawasi kualitas jajanan di sekolah mengingat masih banyak ditemukanan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya.

"Kita mengharapkan semua pihak mulai dari pemerintah, sekolah, orangtua, pengelola kantin, hingga masyarakat sekitar harus peduli terhadap kualitas menu jajajan di sekolah guna melindungi generasi penerus," kata Kepala BPOM RI, Penny K Lukito pada acara sosialisasi jajanan sehat bagi pelajar di Batusangkar, Sabtu.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari Program Nasional Aku Anak Indonesia, Generasi Peduli Obat dan Makanan menuju pangan jajanan sekolah yang aman, bermutu, dan bergizi.

Penny mengatakan sebagian besar jajanan di sekolah perlu mendapatkan perhatian sungguh-sungguh karena cukup banyak kasus keracunan makanan di sekolah akibat mengandung bahan berbahaya.

Ia menyebutkan bahan berbahaya tersebut seperti formalin, boraks, rhodamin, dan bahan tambahan pangan, seperti siklamat dan benzoat yang melebihi batas aman, serta kualitas mikrobiologi yang buruk.

"Padahal bahan-bahan ini dapat terakumulasi pada tubuh manusia dan bersifat karsinogenik yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius bagi generasi muda kita," katanya.

Untuk mengatasi hal itu, jelasnya, perlu kepedulian, komitmen dan langkah bersama yang sinergis diantara berbagai pihak, seperti pemerintah daerah mempunyai peran yang penting untuk melaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan program peningkatan keamanan pangan jajanan anak di sekolah.

Sementara, pihak sekolah mempunyai peran penting dalam menetapkan kebijakan dan peraturan mengenai keamanan pangan jajanan anak sekolah di lingkungan sekolah serta menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung keamanan pangan di sekolah secara memadai.

"Peran orangtua siswa juga harus ikut aktif dalam mengawasi kebiasaan jajan anak-anak, mengarahkan dan memberikan pemahaman kepada anak dalam memilih pangan jajanan yang aman dan bergizi, membiasakan anak untuk sarapan di rumah sebelum berangkat ke sekolah," katanya.

Untuk pengelola kantin wajib memperhatikan kebersihan fasilitas dan tempat penjualan untuk mencegah kontaminasi silang terhadap produk jajanan, serta mempraktekkan cara pengolahan pangan yang baik, terutama memperhatikan persyaratan higienis dan sanitasi makanan.

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi meminta setiap sekolah untuk memiliki manajemen keamanan pangan sekolah secara mandiri dan menguji apakah makanan di kantin sekolah sudah terbebas dari zat kimia berbahaya seperti pengawet, pewarna tekstil dan sebagainya.

Di samping itu, Bupati juga mengingatkan kedai jajanan di sekitar lingkungan sekolah harus bersih dan sehat. Jika ingin berjualan di sekitar lingkungan sekolah, maka harus mengikuti peraturan yang sama dengan kantin sekolah.

"Upaya pencegahan lebih baik dilakukan, karena lebih mahal mengobati dari pada mencegah," katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat pelayanan dan perlindungan terhadap obat dan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat terutama pelajar.

Acara sosialisasi itu dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Betty Shadiq Pasadigoe dan diikuti ratusan pelajar sekolah datar dan menengah, para guru, kepala sekolah, pimpinan organisasi perangkat daerah dan para orangtua siswa. ***3***


Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Fathul Abdi
Teknologi informasi kian hari kian berkembang. Jika dulu masyarakat melakukan segala sesuatu secara manual, kini bisa dilakukan ...
Baca Juga