Sabtu, 21 Oktober 2017 - 31 Muharram 1439 H

IAIN Batusangkar Rumuskan Konsep Ekonomi Islam

Direktur Pascasarjana IAIN Batusangkar Syukri Iska (tiga kiri) didampingi Ketua Panitia Seminar Internasional, Nofrivul (tiga kanan) menyampaikan pelaksanaan seminar kepada wartawan di Kampus Pascasarjana IAIN Batusangkar, Kamis (12/10). (Antara Sumbar/Irfan Taufik)
Batusangkar, (Antara Sumbar) - Program Pascasarjana IAIN Batusangkar menggelar konferensi internasional "Batusangkar International Conference II" pada 14 - 15 Oktober 2017 di Batusangkar.

“Dengan mengundang narasumber dari empat negara maka diharapkan hasil konferensi ini mampu merumuskan konsep sistem ekonomi Islam yang sejalan dengan kemaslahatan umat dalam menghadapi persaingan ekonomi global,” kata Direktur Pascasarjana IAIN Batusangkar, Dr. H. Syukri Iska, M.Ag di Batusangkar, Kamis.

Tema yang akan dikupas tuntas dalam konferensi ini adalah Perkembangan Ekonomi Islam : Peluang dan Tantangan dalam Menghadapi Persaingan Ekonomi Global) dengan pemakalah utama Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro.

Selain itu, ada lima panelis utama lainnya yaitu dari INCEIF-International Centre for Education in Islamic Finance Malaysia, Prof. Ziyaad Mahomed membahas Perkembangan Sistem Ekonomi Islam di
Timur Tengah dalam Konstelasi Politik Ekonomi Internasional.

Kemudian, Prof. Abd. Ghafar Ismail dari UNISSA, Brunai Darussalam, membahas Perkembangan Sistem Ekonomi Islam di Asia Tenggara dalam Konteks AFTA, Dr. Aly Abdel Moniem dari Coordinator of Maqasid Institute London membahas Sistem Ekonomi Islam kontemporer dalam Konteks Maqashid al Shariah.

Panelis empat, Prof. Muhammad Zilal Hamzah, dari STIE Bisnis Indonesia, Jakarta, membahas Kontribusi Sistem Ekonomi Islam terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara dalam bingkai NKRI. Dan Dr. Syukri Iska, M Ag dari IAIN Batusangkar Indonesia, akan mengurai tentang Mata Uang Emas dan Perak Dalam Sistem Moneter International.

“Tujuan yang ingin kita dicapai dari konferensi ini adalah untuk menganalisis peluang dan tantangan sistem ekonomi Islam dalam menghadapi persaingan ekonomi global di berbagai negara, khususnya Indonesia,” kata Ketua MUI Tanah Datar ini.

Selain itu, konferensi ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran kepada pihak-pihak pengambil kebijakan ekonomi agar mendukung penuh pertumbuhan dan perkembangan sistem ekonomi Islam khususnya yang ada di Indonesia.

“Dan dari konferensi ini juga akan dapat melahirkan wacana dan alternatif sumber daya ekonomi umat yang potensial dan kompetitif berdasarkan sistem ekonomi Islam yang turut mempengaruhi pertumbuhan
ekonomi Negara ini," katanya.

Tantangan yang dihadapi oleh sistem ekonomi Islam cukup besar dan perlu mendapat perhatian penuh, rendahnya pemahaman umat Islam tentang sistem ekonomi Islam masih menjadi persoalan yang serius, masih dominannya kajian normatif dan teoritis terhadap sistem ekonomi Islam, sehingga boleh dikatakan nyaris disinyalir belum teruji secara empirical applicable.
Menariknya, Konferensi Internasional yang menjadi agenda tahunan Pascasarjana IAIN Batusangkar ini, akan menampilkan 30 orang presenter dari kalangan akademisi dan praktisi ekonomi Islam dari dalam dan luar negeri yang berpartisipasi sebagai presenter atau pemakalah parallel.
“Semoga ikhtiar kecil yang dilakukan secara global dan berjamaah ini akan bermanfaat bagi pengembangan ekonomi umat,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana DR. Nofrivul, MM, didampingi Wakil Ketua Eficandra, M.Ag dan Humas Syafinal S, M.Kom, mengatakan konferensi ini akan diikuti oleh 350 orang peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dewan Pengawas Syariah (DPS), Praktisi lembaga keuangan syariah, praktisi ekonomi, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. (*)




Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga